MENTAL HEALTH

HALO GUYS !!

Masa pandemi seperti sekarang ini banyak sekali kegiatan keseharian kita yang berubah, bahkan ada juga yang berubah 180 derajat. Misalnya melakukan segala aktivitas di rumah, Work From Home(WFH), kuliah daring dan lain-lain.Bahkan didaeerah yang berpeluang terpapar bahaya covid-19, mereka yang bertempat tinggal disana tidak bisa keluar rumah sama sekali , sangat miris bukan. Tapi inilah lika-liku kehidupan, mau tidak mau, suka tidak suka, setiap orang harus menerimanya dengan lapang dada.

Oleh karena itu, hubungan antar individu akan terganggu, seperti contoh hubungan pertemanan, persahabatan, kekeluargaan antara individu satu dengan individu yang lain akan terganggu dan semakin lama dapat menimbulkan suatu keadaan yang dinamakan gangguan kesehatan mental dikarenakan kurangnya perhatian orang terdekat terhadap kondisi seseorang yang sedang berputus asa tentang kehidupanya sendiri. Lantas apa sih faktor-faktor lain yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental itu?

Secara garis besar, kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri. Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan. Lalu, apa ada lagi faktor-faktor penyebab gangguan mental?

Beberapa penyebab umum dari gangguan mental selain yang disebutkan di atas:

·         Cedera kepala.

·         Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga.

·         Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.

·         Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.

·         Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.

·         Mengalami diskriminasi dan stigma.

·         Mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat.

·         Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.

·         Merawat anggota keluarga atau teman yang sakit kronis.

·         Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.

·         Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.

·         Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.

·         Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.

·         Tinggal di lingkungan perumahan yang buruk.

 

Berikut merupakan gejala awal gangguan mental:

·         Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.

·         Delusi, paranoia, atau halusinasi.

·         Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.

·         Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.

·         Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.

·         Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.

·         Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.

·         Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

·         Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.

·         Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.

·         Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.

·         Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.

·         Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.

·         Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.

·         Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.

·         Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

·         Perubahan gairah seks.

·         Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.

·         Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.

·         Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.

 

Betapa bahaya gangguan kesehatan mental tersebut, bahkan dampaknya bagi seseorang yang terkena gangguan mental bisa berbuat yang tidak seharusnya disekitar mereka seperti kekerasan. Oleh karena sungguh penting untuk mengetahui upaya yang dapat mencegah gangguan kesehatan mental tersebut. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan diri sendiri untuk mencegah terjadinya gangguan mental:

·         Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.

·         Membantu orang lain dengan tulus.

·         Memelihara pikiran yang positif.

·         Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.

·         Mencari bantuan profesional jika diperlukan.

·         Menjaga hubungan baik dengan orang lain.

·         Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.

 

 



Dikutip dari Redaksi Halodoc

Komentar