MOTIVATION LETTER
~Cara Menyayangi dan Mencintai Diri Sendiri~
Disaat kita terpuruk, disaat kita tersungkur, dan disaat kita berada di bawah. Kita pasti merasa bahwa diri kita hanyalah seseorang yang tak berdaya tanpa memiliki kemampuan apa-apa.
Perlu kita sadari, perasaan tersebut merupakan pikiran yang semakin lama semakin merusak diri kita tanpa sadar. Oleh karena itu, buanglah pikiran tersebut dari sekarang karena itu hanya bisa menjadikan kita susah untuk meraih cita-cita.
Coba jawab pertanyaan kurang dari sedetik: “Apakah kamu
mencintai dirimu sendiri?”
Apakah bentuk kecintaan anda dengan sendiri adalah
dengan memanjakan diri anda? Ataukah mencukupi kebutuhan diri sendiri.
Sebelum membahas sangat dalam, mari kita telaah dulu
seperti apa cara
kerja cinta terlebih dahulu.
Apakah kamu sadar orang tuamu mencintaimu?
Saya
yakin sebagian besar diantara kita ‘menyadari’ bahwa ibu dan ayah kita
menyayangi diri kita. Namun bisakah kita menjelaskan secara detail kapan rasa
sayang itu kita rasakan? seperti apa bentuknya?
Sewaktu kita kecil mungkin jawabannya sangat gampang,
disaat mereka membelikan mainan yang kita sukai, menemani kita berenang, dan
lain-lain. Namun semakin dewasa rasa cinta dan sayang tersebut
semakin bias. Bahkan dalam keadaan cekcok pun kita menyadari bahwa itu adalah
bentuk rasa cinta dan sayang mereka kepada diri kita.
Uniknya hal seperti ini terjadi tidak hanya didalam
hubungan anak dan orang tua, dalam hubungan persahabatan dan pernikahan juga
terjadi hal yang serupa.
Mengapa kamu bersahabat dengannya? Kapan kamu merasa
nyaman dekat dengannya? Mengapa kamu mencintainya? Kapan perasaan tersebut
muncul? Adalah pertanyaan yang hampir mustahil untuk dijawab. Sebab…
Cinta muncul karena sesuatu yang terjadi berulang kali,
tanpa mengenal bosan dan lelah.
Itulah yang membedakan cinta dan nafsu. Cinta terjadi dalam proses yang panjang sedangkan
nafsu terjadi dalam proses yang singkat, ironisnya manusia mudah tergoda
sehingga kadang cinta dan nafsu sulit dibedakan.
Seperti Apa Mencintai Diri Sendiri?
“Jika kamu
mencintai diri sendiri, maka kamu bukanlah orang egois.”
Mencintai diri sendiri mengetahui apa yang membuatnya bahagia
dan kebahagiaannya tidak di dikte orang lain. Apabila dia merasa bahagia untuk
hidup single maka dia akan melakukannya, namun bukan berarti
dia tidak memiliki planning untuk menikah dan tidak memikirkan perasaan orang
tuanya yang ingin menyaksikan anaknya naik ke pelaminan.
“Jika kamu mencintai diri sendiri, maka kamu akan
memaafkan kesalahan dirimu.”
Memaafkan kesalahan diri sendiri adalah bagian dari
intropeksi diri. Bukan berarti memaafkan kesalahan lalu mengulangi hal yang
sama, itu sama saja sudah tahu nerobos lampu merah itu salah, tetapi tetap
dilakukan juga jangan heran jika suatu saat kecelakaan.
“Jika kamu mencintai diri sendiri, maka kamu tidak akan
berprasangka buruk akan apa yang terjadi.”
Masa depan adalah misteri, selalu ada kemungkinan baik
dan buruk yang akan terjadi. Jika kita mempercayai ada hal buruk yang akan
terjadi maka sama saja, kita berprasangka buruk kepada yang kuasa. Setiap takdir yang ada dihadapan kita untuk
diselesaikan bukan untuk ditakuti. Namun bukan berarti kita tidak memiliki
perhitungan disetiap langkah kita, itu sama saja bodoh.
Memperhitungkan worst case penting
dilakukan agar kita paham resiko yang kemungkinan akan terjadi, namun saat
melaksanakannya kita harus yakin bahwa semuanya pasti baik.
Cara Mencintai Diri Sendiri
Maafkan dirimu dan lakukan ini sebelum
tidur! Mengapa? Sebab apabila kita membuat
pikiran kita positif sebelum tidur maka tubuh kita akan memberikan pengaruh
positif hingga kita bangun di pagi hari.
Maka jangan heran jika banyak afirmasi sebelum tidur. Saya ambil contoh yang saya ketahui didalam agama islam. Dikisahkan oleh Abdullah bin Mubarok bahwa salah satu sahabat yang tidak begitu istimewa dalam amalan (ibadah) namun bisa masuk syurga hanya karena memaafkan setiap orang yang memiliki salah padanya sebelum tidur.
Komentar
Posting Komentar